Rabu, 06 Mei 2015

kalimat pasif dan aktif



Kalimat pasif (active voice) adalah kalimat yang subjeknya melakukan sebuah pekerjaan atau kegiatan. Kebalikan dari kalimat ini adalah kalimat pasif (passive voice), yang memiliki arti di-. Supaya lebih jelas, lihat perbedaan dua kalimat tersebut pada contoh berikut.
Kalimat aktif: I clean my room every day. [Saya membersihkan kamarku setiap hari.]
Kalimat pasif: My room is cleaned by me every day. [Kamarku dibersihkan olehku setiap hari.]
Rumus kalimat pasif
Rumus kalimat aktif adalah S + auxilary verb + verb 3. Auxilary verb ini dapat berupa to be (is, am, are, was, dan were), have, atau modal bergantung pada struktur kalimat aktif dan subjek kalimat pasif.
Cara membuat kalimat pasif dari kalimat aktif
Jika Anda ingin membuat kalimat pasif dari kalimat aktifnya, Anda harus menguasi cara-cara membuatnya, yaitu:
1. Gunakan is, am, atau are jika kalimat aktifnya menggunakan V1
Jika kalimat aktifnya menggunakan verb 1 (simple present tense), gunakan is, am, are, atau is untuk membuat kalimat pasifnya. Contoh:
  • We clean the house every week. [Kami membersihkan rumah setiap minggu.]
  • The house is cleaned by us every week. [Rumah dibersihkan oleh kami setiap minggu.]
Contoh lain.
  • She kicks the ball very hard. [Dia menendang bola dengan sangat keras.]
  • The ball is kicked by her very hard. [Bola ditendang olehnya dengan sangat keras.]
2. Gunakan was atau were jika kalimat aktifnya menggunakan verb 2
Jika kalimat aktifnya menggunakan verb 2 (simple past tense), gunakan was atau were untuk membuat kalimat pasifnya. Contoh:
  • I called my mother yesterday. [Saya menelepon ibuku kemarin.]
  • My mother was called by me last night. [Ibuku ditelepon olehku kemarin.]
Contoh lain:
  • She ate two hamburgers at a time. [Dia makan dua hamburger sekaligus.]
  • Two hamburgers were eaten by her at a time. [Dua hamburger dimakan sekaligus oleh dia.]
3. Sisipkan been di antara have dan verb 3
Jika kalimat aktif menggunakan have + verb 3 (perfect tense), sisipkan been di antara have dan verb 3 untuk membuat kalimat pasifnya. Namun, Anda harus menyesuaikan have dengan subjek di kalimat pasifnya.
Contoh untuk present perfect tense:
  • Sarah has made many cakes. [Ibuku sudah membuat beberapa kue.]
  • Many cakes have been made by Sarah. [Beberapa kue sudah dibuat oleh Sarah.]
Contoh untuk past perfect tense:
  • Raffi had told a nice story to me. [Raffi telah menceritakan sebuah cerita yang menarik padaku.]
  • A nice story had been told by Raffi to me. [Sebuah cerita yang menarik telah diceritakan Raffi padaku.]
4. Tambahkan being sebelum verb 3 jika kalimat aktifnya continuous tense
Jika kalimat aktifnya berupa continuous tense, tambahkan being sebelum verb 3 untuk membuat kalimat pasifnya. Mohon diingat, to be-nya disesuaikan dengan subjek kalimat pasifnya.
  • Agus is writing a book. [Agus sedang menulis sebuah buku.]
  • A book is being written by Agus. [Sebuah buku sedang ditulis oleh Agus.]
Contoh untuk past continuous tense.
  • We were discussing the problem last night. [Kami sedang mendiskusikan masalah tadi malam.]
  • The problem was being discussed by us last night. [Masalah sedang didiskusikan oleh kami tadi malam.]
 5. Tambahkan be sebelum verb 3 jika kalimat aktif menggunakan modal
Jika kalimat aktif menggunakan modal, tambahkan be sebelum verb 3 untuk membuat kalimat pasifnya. Contoh:
  • I will solve the problem soon. [Saya akan menyelesaikan masalah itu segera.]
  • The problem will be solved by me soon. [Masalah itu akan diselesaikan segera oleh saya.]
Contoh lain:
  • You can borrow these books. [Anda dapat meminjam buku-buku ini.]
  • The books can be borrowed by you. [Buku-buku ini dapat dipijam oleh Anda.]
Perhatian
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam membuat kalimat pasif, yatu:
1. By – By dalam kalimat pasif tidak wajib ditulis (optional). Dengan kata lain, Anda bisa menggunakannya atau tidak.
2. Kalimat non verbal – Kalimat non verbal (tanpa kata kerja) tidak dapat dibentuk menjadi kalimat pasif. Contoh:
  • We are member of this cafe.
  • This cafe is membered by us. (kalimat salah)
3. Kalimat tanpa objek – Kalimat tanpa objek tidak dapat dibentuk menjadi kalimat pasif. Contoh:
  • I go to school every morning. (school every morning adalah keterangan)
Contoh kalimat pasif – aktif :
1.      Our grandmother is visited by us every 2 months.
We visit our grandmother every 2 months.
2.      This plant is watered by me every day.
I always water this plant every day.
3.      Anne is seen by John every morning.
John always sees Anne every morning.
4.      My money is always taken by John at school.
John always takes my money at school.
5.      My toys are always broken by my little brother when he is angry.
My little brother always breaks my toys when he is angry.
6.      Anne’s leg is being bitten by the dog.
The dog is biting Anne’s leg.
7.      The novel is being read by him.
He is reading a novel now.
8.      The pizza is being delivered by the man at the moment
The man is delivering a pizza at the moment.
9.      The mails are being sent by the post man at the present.
The postman is sending the mails at the present.
10.  The good song is being sung by her now.
She is singing a good song now.

Sumber :

Rabu, 01 April 2015

My Hobbies

Name   : Andre William
Class    : 4EA25 / 10211783

My Hobby

my name is andre william. i am 21 years old. since childhood I love to watch football. My favorite team is barcelona. and my favorite player is Messi and Iniesta. They been nominated as the best player in the world
I think they are very outstanding player and became my inspiration for playing football

My hobby is playing futsal. Futsal is a variation of football. smaller field and in the room. futsal consists of 5 players. players turn freely. In futsal game led by two referees
physical, cooperation, and techniques are essential in playing futsal

since I was fourteen years I've been practicing and playing futsal with schoolmates
I usually play futsal during holidays and after school.
I also like playing futsal with my friends house. little while we've been playing futsal together in a field near our house to play and practice together.
to date we are still playing together in a field near the house and have a team named yuhuuu fc

when I've often followed the futsal competition between schools.
I've followed competition futsal in Jakarta and outside Jakarta.
And I got a winner in one of the competitions in Jakarta together with my school friends

I also have a team of futsal with my church friends. we practice together every Saturday and Sunday. on March 25, yesterday we follow the competition between churches in Bekasi, followed by 16 churches.
Thank God we got the runner-up on the competition
This month we will be back to follow the competition in Jakarta and we practice well. I hope we can be the winner of one of the competition

Now I was a student at the university faculty of economics Gunadarma. I have a futsal team with my classmates. yesterday we follow fe cup competition which is held in the college town of futsal.
we failed to get a win because we lost in the semi-finals
Since our failed, we had more learned from that tournament. We trained futsal more harden than before. We raised our futsal ability by joined many futsal competition. 

We had won three competition since we joined that club. That is very absolutely for us. Then, In third class, we stopped our match and stopped to playing futsal. It caused we had to finish our final examine in senior high school. So, we gave all of organizing club to our junior in that club. We didn't want our futsal disturbing our study in school. We didn't want it.

Now, i am a university student. I try to play again "my futsal". I start by try to finding new friends that has this hobby like me. I found them. Now , we are training together.
we make a new club. we do it together. I am very happy. Futsal makes my life more colourfull. It makes me healty and powerfull. I Love Futsal. I want my new futsal club can be a great team. So, it is my futsal!. I crazy about it.



Rabu, 04 Februari 2015

Banggar DPR Tolak Suntikan Modal Negara ke 3 BUMN Ini

Banggar DPR Tolak Suntikan Modal Negara ke 3 BUMN Ini

Liputan6.com, Jakarta - Pemangkasan pagu Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 48 triliun menjadi Rp 39,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 oleh Badan Anggaran (Banggar) mengorbankan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Wakil Ketua Banggar DPR, Said Abdullah mengungkapkan, Banggar menolak PMN untuk tiga perusahaan pelat merah yang diusulkan menerima suntikan modal negara.

"Kami menolak PMN untuk PT Bank Mandiri Tbk, PT Krakatau Steel Tbk dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)," tegas dia usai Rapat Panja Tertutup soal PMN antara Pemerintah dan DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Pemerintah sebelumnya mengusulkan Bank Mandiri akan menerima PMN melalui skema penambahan saham baru (rights issue) sebesar Rp 5,6 triliun. Sementara Krakatau Steel dan RNI masing-masing sebesar Rp 956 miliar dan Rp 280 miliar.

"Sedangkan PMN PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan Perum Perumnas masing-masing menjadi Rp 3,5 triliun dan Rp 1 triliun. Angka ini turun separuhnya dari usulan sebelumnya Rp 7 triliun dan Rp 2 triliun," terang Said.

Dengan begitu, Politikus dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perujuangan (PDI-P) menyatakan, total PMN menjadi Rp 39 triliun atau merosot dari usulan pemerintah Rp 48 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro menegaskan, Banggar DPR dan pemerintah sepakat tetap akan memberikan PMN untuk 35 perusahaan pelat merah.

"Tetap 35 BUMN. Mau dikurangi atau nggak PMN-nya itu hanya bagian dari ekuitas, cost funding untuk pembiayaan," ujar dia.

Saat dikulik tentang kemungkinan PT PLN (Persero) ikut menikmati suntikan dana segar negara, Imam masih bungkam. BUMN bidang kelistrikan tersebut sangat membutuhkan PMN untuk menunaikan tugas membangun pembangkit listrik 35 ribu megawatt (Mw) sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun PLN tidak masuk dalam 35 BUMN penerima PMN usulan pemerintah.

"PLN kan punya tugas yang diemban 35 ribu Mw. Tapi Banggar minta PLN menyerahkan rencana bisnisnya. Saya janji baru mau kasih rencana bisnis itu Jumat ini," cetus dia.

Sekadar informasi, Direktur Utama PLN Sofyan Basyir hari ini mempresentasikan rencana pembangunan pembangkit listrik 35 ribu mw dan memberi gambaran terkait target pelanggan, volume penjualan hingga rasio elektrifikasi sampai 2019 di depan anggota Banggar DPR dalam Rapat Panja PMN. (Fik/Ndw)

sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/2171074/banggar-dpr-tolak-suntikan-modal-negara-ke-3-bumn-ini

Selasa, 16 Desember 2014

Kasus Etika Utilitarianisme Dalam Bisnis

PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan afiliasi dari Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.. PTFI menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas dan perak. Beroperasi di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika Provinsi Papua, Indonesia. Kami memasarkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas dan perak ke seluruh penjuru dunia.
PT Freeport Indonesia merupakan jenis perusahaan multinasional (MNC),yaitu perusahaan internasional atau transnasional yang berkantor pusat di satu negara tetapi kantor cabang di berbagai negara maju dan berkembang..

Contoh kasus pelanggaran etika yang dilakukan oleh PT. Freeport Indonesia :
• Mogoknya hampir seluruh pekerja PT Freeport Indonesia (FI) tersebut disebabkan perbedaan indeks standar gaji yang diterapkan oleh manajemen pada operasional Freeport di seluruh dunia. Pekerja Freeport di Indonesia diketahui mendapatkan gaji lebih rendah daripada pekerja Freeport di negara lain untuk level jabatan yang sama. Gaji sekarang per jam USD 1,5–USD 3. Padahal, bandingan gaji di negara lain mencapai USD 15–USD 35 per jam. Sejauh ini, perundingannya masih menemui jalan buntu. Manajemen Freeport bersikeras menolak tuntutan pekerja, entah apa dasar pertimbangannya.
• Biaya CSR kepada sedikit rakyat Papua yang digembor-gemborkan itu pun tidak seberapa karena tidak mencapai 1 persen keuntungan bersih PT FI. Malah rakyat Papua membayar lebih mahal karena harus menanggung akibat berupa kerusakan alam serta punahnya habitat dan vegetasi Papua yang tidak ternilai itu. Biaya reklamasi tersebut tidak akan bisa ditanggung generasi Papua sampai tujuh turunan. Selain bertentangan dengan PP 76/2008 tentang Kewajiban Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan, telah terjadi bukti paradoksal sikap Freeport (Davis, G.F., et.al., 2006).
Kestabilan siklus operasional Freeport, diakui atau tidak, adalah barometer penting kestabilan politik koloni Papua. Induksi ekonomi yang terjadi dari berputarnya mesin anak korporasi raksasa Freeport-McMoran tersebut di kawasan Papua memiliki magnitude luar biasa terhadap pergerakan ekonomi kawasan, nasional, bahkan global.

Sebagai perusahaan berlabel MNC (multinational company) yang otomatis berkelas dunia, apalagi umumnya korporasi berasal dari AS, pekerja adalah bagian dari aset perusahaan. Menjaga hubungan baik dengan pekerja adalah suatu keharusan. Sebab, di situlah terjadi hubungan mutualisme satu dengan yang lain. Perusahaan membutuhkan dedikasi dan loyalitas agar produksi semakin baik, sementara pekerja membutuhkan komitmen manajemen dalam hal pemberian gaji yang layak.
Pemerintah dalam hal ini pantas malu. Sebab, hadirnya MNC di Indonesia terbukti tidak memberikan teladan untuk menghindari perselisihan soal normatif yang sangat mendasar. Kebijakan dengan memberikan diskresi luar biasa kepada PT FI, privilege berlebihan, ternyata sia-sia.

Berkali-kali perjanjian kontrak karya dengan PT FI diperpanjang kendati bertentangan dengan UU Nomor 11/1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan dan sudah diubah dengan UU Nomor 4/2009 tentang Minerba. Alasan yang dikemukakan hanya klasik, untuk menambah kocek negara. Padahal, tidak terbukti secara signifikan sumbangan PT FI benar-benar untuk negara. Kalimat yang lebih tepat, sebetulnya, sumbangan Freeport untuk negara Amerika, bukan Indonesia.

Justru negara ini tampak dibodohi luar biasa karena PT FI berizin penambangan tembaga, namun mendapat bahan mineral lain, seperti emas, perak, dan konon uranium. Bahan-bahan itu dibawa langsung ke luar negeri dan tidak mengalami pengolahan untuk meningkatkan value di Indonesia. Ironisnya, PT FI bahkan tidak listing di bursa pasar modal Indonesia, apalagi Freeport-McMoran sebagai induknya.
Keuntungan berlipat justru didapatkan oleh PT FI dengan hanya sedikit memberikan pajak PNBP kepada Indonesia atau sekadar PPh badan dan pekerja lokal serta beberapa tenaga kerja asing (TKA). Optimis penulis, karena PT FI memiliki pesawat dan lapangan terbang sendiri, jumlah pasti TKA itu tidak akan bisa diketahui oleh pihak imigrasi.

Kasus PT. Freeport Indonesia ditinjau dari berbagai teori etika bisnis :
• Teori etika utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Berdasarkan teori utilitarianisme, PT.Freeport Indonesia dalam hal ini sangat bertentangan karena keuntungan yang di dapat tidak digunakan untuk mensejahterakan masyarakat sekitar, melainkan untuk Negara Amerika.
• Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku.
Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama.
Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis. 
Dalam kasus ini, PT Freeport Indonesia sangat tidak etis dimana kewajiban terhadap para karyawan tidak terpenuhi karena gaji yang diterima tidak layak dibandingkan dengan pekerja Freeport di Negara lain. Padahal PT Freeport Indonesia merupakan tambang emas dengan kualitas emas terbaik di dunia.

Sumber : 
http://devipertiwi.blogspot.com/2013/11/penerapan-etika-utilitarian-pada.html

ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS

ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS

  1. Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
Aliran utilitarianisme ini berakar pada ajaran tentang kegunaan atau utility, yang menyatakan, bahwa : baik atau buruk sebuah tindakan diukur dari apakah tindakan itu menghasilkan tingkat kesenangan atau kebahagian yang terbanyak, dengan pengorbanan yang paling sedikit.
Istilah utilitarianisme sebagai suatu nama aliran yang berasal dari kata latin utilis yang berarti berguna. Aliran utilitarianisme ini terbagi antara lain aliran act utilitarianism serta rule utilirianism yang sering diterjemahkan sebagai ‘Utilitarianisme tindakan” dan ‘Utilitarianisme peraturan’
Prinsip- prinsip aliran utilitarianisme, menurut Jeremy Bentham (1748-1832) didasarkan kepada dua prinsip, yaitu :
-       asosiasi (association principle) serta
-       kebahagiaan terbesar (greatest happiness principle).
Bagi Bentham, prinsip kebahagiaan terbesar secara singkat terjadi jika :
“An action is right from an ethnical point of view if and only if the sum total of utilities produced by the act is greater than tha sum of total utilities produced by nay other act the agent could have performed in its place”.
Apa-apa “yang baik” merupakan kesenangan buruk” adalah rasa sakit. Tindakan “yang baik” secara etika mengacu pada kebijakan dan kebahagiaan, sedangkan “yang menghasilkan kebahagiaan terbesar.
Bentham berkeinginan untuk mencari kesamaan mendasar guna mampu memberikan landasan objektif atas semua norma yang berlaku secara umum serta yang daopat dietrima oleh masyarakat luas. Caranya ialah dengan menimbang segi-segi manfaat dibandingkan dengan kerugian setiap tindakan.
Tokoh lain dari aliran utulitarianesme adalah John Stuart Mill (1806-1973), seorang pengikut sekaligus pewaris yang meneruskan pemikiran Bentham. Tema sentral dari pemikiran Mill ialah, bahwa tugas utama seseorang adalah untuk tidak menimbulkan derita bagi sesama manusia.
Mill menyatakan, bahwa akumulasi asset perlu diikuti oleh distribusi asset pula demi kebaikan masyarakat. Jika diperlukan, distribusi asset dapat dipaksakan oleh masyarakat melalui penggunaan pajak, atau penyitaan asset sekalipun. Hanya Mill tidak menerangkan hubungan antara distribusi dengan produksi, khususnya alat-alat produksi, yang kemudian dikembangkan oleh Karl Marx. Terlepas dari kekurangan ataupun kekeliruannya, Mill merupakan pemikir yang secara tegas meghubungkan (dalam Principles) utilitarianisme.
Apabila aliran utilitarianisme hedonis menitikberatkan ajaran mereka pada kesenangan dan kebahagian perorangan sebagai tolak ukur, maka aliran utilitarianesme Bentham, Mill dan kemudian Henry Sidgwick (1838-1900), menggeluti pemikiran mereka tentang Kebahagian individu?. Mereka berpendapat bahwa merupakan tugas individu, atau perorangan, untuk meningkatkan kebahagian masyarakat secara universal, bukan hanya kebahagian perorangan saja.
Prinsip utilitarianisme pun dapat menjelaskan mengapa perbuatan seperti membunuh, berdusta, selingkuh dianggap secara moral adalah salah, sedang beberapa tindakan lain seperti berterus-terang, kesetiaan, tepat janji merupakan hal-hal yang benar. Jika orang berdusta ia merugikan masyarakat karena menebarkan rasa saling tidak percaya diantara masyarakat sedangkan jika ia berbuat benar maka terciptalah iklim saling percaya, saling membantu yang mampu memperbaiki kualitas hidup manusia dalam sebuah masyarakat yang tertib serta rapih.
Utilitarianisme sangat berperan dalam Ilmu ekonomi dan bisnis, sejak awal abad ke XIX, banyak pakar ekonomi berpendapat perilaku ekonomi dapat dijelaskan melalui asumsi, bahwa manusia senantiasa berusaha untuk memaksimalkan manfaat dirinya sendiri maupun kinerjanya, sedangkan nilai manfaat diukur dari harga yang diperoleh.
Prinsip Utilitarianisme juga sangat cocok dengan konsep yang sering terjadi dalam tujuan bisnis yaitu efisiensi. Efisiensi terjadi jika maksimalisasi produksi dapat dicapai lewat pemanfaatan sumber daya yang ada tanpa memerlukan penambahan asset apapun. Kegiatan dinilai efisien apabila hasilnya sesuai dengan yang telah direncanakan dengan mengunakan sumber daya yang ada seminimal mungkin. Dengan menggunakan semboyan kelompok utilitarianisme, efisiensi merupakan hasil berupa manfaat (benefit) yang sebesar-besarnya dengan menggunakan cost yang serendah-rendahannya, seperti yang dijabarkan oleh ilmu ekonomi secara umum.

  1. Nilai Positif Etika Utilitarianisme
Maksud Asas Manfaat atau Kegunaan, kata Bentham, ialah asas yang menyuruh setiap orang untuk melakukan apa yang menghasilkan kebahagiaan atau kenikmatan terbesar yang diinginkan oleh semua orang untuk sebanyak mungkin orang atau untuk masyarakat seluruhnya. Oleh karena itu, menurut pandangan utilitarian, tujuan akhir manusia, mestilah juga merupakan ukuran moralitas. Dari sini, muncul ungkapan ‘tujuan menghalalkan cara’. Nilai Positif Etika Utilitarianisme antara lain :
• Pertama, Rasionalitas.
Prinsip moral yang diajukan etika utilitarianisme tidak didasarkan pada aturan-aturan kaku yang tidak dipahami atau tidak diketahui keabsahannya. Etika utilitarianisme memberikan kriteria yang objektif dan rasional.
• Kedua, Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral.
Tidak ada paksaan bahwa orang harus bertindak dengan cara tertentu yang tidak diketahui alasannya.
• Ketiga, Universalitas.
Mengutamakan manfaat atau akibat dari suatu tindakan bagi banyak orang. Suatu tindakan dinilai bermoral apabila tindakan tersebut memberi manfaat terbesar bagi banyak orang.

  1. Utilitarianisme Sebagai Proses dan standar Penilaian
1.  sebuah penilaian mengenai kesejahteraan manusia, atau utiliti, dan
2.  sebuah petunjuk untuk memaksimalkan kesejahteraan (utiliti), yang didefinisikan sebagai, memberikan bobot yang sama pada kesejahteraan orang per-orang.

  1. Analisa keuntungan dan kerugian
Utilitarianisme mengatakan bahwa tindakan yang benar adalah yang memaksimalkan utiliti, yaitu memuaskan preferensi yang berpengetahuan sebanyak mungkin.
Dalam pandangan kaum utilitarian-aturan, perilaku tak adil dalam mendeskriminasi kelompok-kelompok minoritas menyebabkan meningkatnya ketakutan pihak lain dengan mengalami aturan yang mengijinkan diskriminasi.
Keuntungan dan kerugian, cost and benefits, yang dianalisis tidak dipusatkan pada keuntungan dan kerugian perusahaan. Analisis keuntungan dan kerugian tidak ditempatkan dalam kerangka uang dan untuk jangka panjang.

  1. Kelemahan Etika Utilitarianisme
• Manfaat merupakan konsep yang begitu luas sehingga dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yamg tidak sedikit.
• Tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya.
• Tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang
• Variabel yang dinilai tidak semuanya dapat dikualifikasi.
• Seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dalam menentukan prioritas di antara ketiganya.

Sumber : http://bachdim25.blogspot.com/2013/10/bab-3-etika-utilitarianisme-dalam-bisnis.html